Upload Website ke Hosting Server
2. Upload Website ke Hosting Server
Mengupload website adalah salah satu langkah awal untuk pemula yang ingin mengonlinekan website mereka di internet dan bisa diakses oleh pengguna internet di dunia.
Ada dua cara umum untuk mengunggah file website:
1. Menggunakan file manager: File manager adalah fasilitas yang ada di cPanel, yang digunakan untuk mengunggah (upload) file website ke server hosting.
- Kelebihan: Mudah digunakan, tidak perlu instalasi tambahan,Anda tidak perlu menginstal aplikasi tambahan di server hosting Anda untuk mengunggah file website. File manager sudah terintegrasi dengan cPanel, yang merupakan panel kontrol hosting yang biasanya sudah disediakan oleh penyedia hosting Anda. Dan akses langsung ke semua file website.
- Kelemahan: Batasan jumlah file yang bisa diunggah sekaligus, tidak bisa mengunggah folder secara langsung, proses unggah lebih lambat dibandingkan FTP.
Seluruh file website yang diupload harus masuk di bawah direktori public_html.
Silakan login ke cPanel dari akun hosting Anda dan ikuti langkah di bawah ini:
1. Klik pada menu File Manager, yang ada pada kolom Files.
2. Setelah masuk ke dalam File Manager, silakan buka direktory public_html.
3. Kemudian klik Upload setelah masuk ke dalam directory public_html.
4. Anda dapat memilih tombol Select File untuk mengupload satu file, atau Anda dapat mendrag file ke area seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.
5. Pada contoh ini, kita akan mengupload file instalasi default WordPress, yaitu wordpress.zip.
6. Setelah proses upload selesai, silakan kembali ke File Manager dan Anda akan melihat file yang sudah diunggah ke direktori public_html. Klik kanan pada file tersebut kemudian pilih Extract.
7. Pastikan file tersebut diekstrak pada direktori public_html seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini, kemudian klik tombol Extract File.
8. Setelah file sudah diekstrak, semua file dapat dilihat di public_html.
b. Upload file menggunakan FTP
Upload file menggunakan aplikasi FTP cukup mudah untuk dilakukan karena prosesnya relatif sederhana dan mudah dipahami, bahkan bagi pengguna yang tidak berpengalaman. Kelebihan penggunaan FTP sebagai berikut.
1) Bisa mengunggah file sekaligus (termasuk folder-foldernya). FTP memungkinkan Anda untuk mengunggah banyak file sekaligus, termasuk folder-foldernya. Ini sangat berguna jika website Anda memiliki banyak file atau folder.
2) Bisa diandalkan ketika harus mengunggah file-file dalam ukuran besar. FTP dapat diandalkan untuk mengunggah file-file berukuran besar. Ini penting karena beberapa file website, seperti gambar atau video, bisa berukuran besar.
3) Ketika sewaktu-waktu koneksi internet terputus dan proses upload berhenti, Anda dapat melanjutkannya sewaktu-waktu. Salah satu keunggulan FTP adalah kemampuan untuk melanjutkan proses upload jika koneksi internet terputus. Anda tidak perlu mengunggah file dari awal lagi, sehingga menghemat waktu dan usaha.
Salah satu software FTP yang populer adalah FileZilla karena gratis dan mudah digunakan. FileZilla adalah salah satu FTP client gratis yang bisa digunakan untuk mengunggah, mendownload, mengedit dan menghapus file dari hosting. Sebelum mengunggah file dengan FileZilla, instal FileZilla terlebih dahulu. Anda dapat mengunduhnya melalui website filezilla-project.org kemudian pilih FileZilla Client dan sesuaikan dengan OS yang Anda gunakan. Tampilan utama FileZilla seperti berikut.
Berikut adalah penjelasan masing-masing kolom dalam FTP FileZilla.
1. Local Site
Kolom ini berisi folder atau directory di komputer Anda. Klik (+) atau (-) untuk mengakses path atau folder yang Anda inginkan.
2. Local Site Directory
Kolom ini akan menampilkan isi file dan folder sesuai directory yang Anda pilih pada bagian local site.
3. Jendela Pesan
Berisi respon dari perintah yang dikirim oleh FileZilla, pesan2 tersebut dapat berupa:
Status : Menunjukkan status dari operasi yang dilakukan. Contohnya: “Connecting to (server)…” atau “Retrieving directory listing…”
Error : Merupakan pesan kesalahan (selalu ditunjukkan dengan warna merah).Terjadi jika terdapat kesalahan pada operasi yang dilakukan atau bisa juga karena sebuah operasi dihentikan secara langsung oleh pengguna.
Command : Menunjukkan perintah yang sedang dikirim oleh FileZilla ke server.
Response : Menunjukkan respon yang diberikan oleh server. Jika pada digit pertama menunjukkan angka 2 atau 3 berarti operasi yang dilakukan sukses, jika 4 atau 5 berarti gagal
4. Jendela Remote Computer (server)
Kolom ini akan menampilkan directory pada server yang Anda remote.
5. Status transfer file
Kolom ini akan menampilkan informasi transfer file, baik ketika Anda melakukan upload maupun download.
Langkah-langkah melakukan upload file website menggunakan FileZilla sebagai berikut.
1) sebelum melakukan upload, langkah pertama yaitu melakukan koneksi ke server terlebih dahulu. Koneksi dilakukan pada quick connection bar.
kemudian masukkan host, username, password serta port yang digunakan. Untuk host, silahkan isi dengan nama domain anda. Host merupakan alamat yang dituju dalam proses transfer data. Kemudian isikan username dan password dari cPanel anda. Untuk pengisian port, secara default FTP client menggunakan port 21.
2) Apabila berhasil terkoneksi dengan server atau dalam hal ini yaitu hosting, maka dalam Remote Site Window dapat dilihat isi dari hosting anda. Untuk melakukan upload file website, maka pastikan anda telah berada di direktori /public_html. Apabila belum terletak di direktori /public_html, maka scroll kebawah hingga menemukan folder tersebut kemudian klik dua kali. Adapun karakteristik apakah anda telah berada di /public_html yaitu pada bagian bawah Remote Site Window terlihat beberapa folder yang ada di direktori /public_html.
3) Kemudian, langkah selanjutnya yaitu mempersiapkan file website yang akan diupload di hosting. Pilih file website yang akan diupload pada local site atau direktori lokal komputer anda. Pastikan isi file dari direktori tersebut muncul di Content of Directory.
4) Klik pada file yang ingin diupload. Anda dapat melakukan proses upload file website satu persatu atau semua sekaligus. Untuk mengupload semua file sekaligus maka anda dapat menggunakan shortcut key ctrl+a pada keyboard. Kemudian klik kanan pada file yang telah di blok, lalu pilih Upload.
5) Tunggu hingga proses upload file selesai. Apabila proses upload telah sukses maka akan muncul status pada Status Transfer File Window. Untuk memutus koneksi dengan server, maka anda dapat memilih tombol disconnect seperti gambar dibawah ini.
c. Masalah yang sering timbul pada saat upload file website
Beberapa masalah yang sering muncul ketika sudah upload file, yaitu telah melakukan upload file tetapi website tidak tampil dan ketika website sudah tampil, terdapat gambar yang tidak tampil.
Ketika anda sudah melakukan proses upload file, tetapi website masih belum tampil bisa disebabkan beberapa hal berikut.
1) File website tidak ter-upload ke dalam direktori public_html : Ketika mengunggah file website, file, atau folder website harus berada di dalam direktori public_html . Jika berada di luar direktori tersebut, website tidak akan tampil.
2) File yang di-upload tidak mempunyai file index: Nama file yang pertama kali ditampilkan sebagai halaman depan adalah file index (misalnya, index.html, index.htm, atau index.php).
3) Penulisan nama file index salah: Nama file index harus huruf kecil semua sehingga tidak boleh mengandung huruf kapital. Contoh penulisan yang benar adalah index.html, index.htm, atau index.php.
4) Software yang digunakan untuk mendesain web tidak memenuhi syarat: Website yang tidak tampil mungkin saja disebabkan oleh software yang digunakan untuk membuat website. Contohnya ketika Anda menggunakan software membuat website, hasil output file html dari software tersebut kurang memenuhi standar karena ukurannya cenderung membengkak atau menggunakan tag (kode) HTML yang tidak standar.
- Solusi: Gunakan software yang memang digunakan untuk membuat website seperti:
- Adobe Dreamweaver
- Notepad++
- Sublime
- Microsoft Frontpage
Ketika Anda sudah meng-upload file-file website ke server dan hasilnya adalah website Anda tampil dengan baik, kecuali gambar tidak tampil atau hanya muncul kotak kosong di mana seharusnya gambar tersebut berada, mungkin disebabkan karena beberapa hal, antara lain:
1) Nama file gambar salah: Server yang menggunakan sistem operasi Linux akan membedakan penulisan huruf besar dan huruf kecil pada nama file. Jika nama file gambar Anda ditulis dengan huruf besar dan kecil yang berbeda (misalnya, gambar.jpg dan Gambar.jpg ), server mungkin menganggapnya sebagai dua file yang berbeda dan tidak menampilkan gambar tersebut.
2) File gambar belum ter-upload: Pastikan file gambar sudah ter-upload dan tersimpan di folder dengan yang tercantum pada script file website Anda.
3) Permission file: Permission file adalah pengaturan akses yang menentukan siapa saja yang dapat mengakses dan memodifikasi file tersebut. Pastikan file gambar tersebut memiliki permission 644 dan folder tempat gambar tersebut berada mempunyai permission 755.
4) Gambar menggunakan script PHP: Script PHP adalah kode program yang digunakan untuk menjalankan fungsi-fungsi tertentu di website. Jika menggunakan script PHP untuk menampilkan gambar dan mengalami masalah, cek kembali script PHP tersebut. Biasanya, beberapa server memblokir penggunaan fungsi readfile() pada script PHP karena alasan keamanan. Dipertimbangkan menggunakan echo file_get_contents(), yang dianggap lebih aman.














Komentar
Posting Komentar